Absent Observer menciptakan karya dari eksperimen pikiran yang mempertanyakan hal-hal akrab. Berhentilah sejenak pada keajaiban yang kita lewati setiap hari, dan temukan kembali nikmatnya berpikir.
Bentuk untuk melihat.Belum menjadi mata siapa pun.
Di tengahnya ada bentuk seperti bukaan yang meloloskan cahaya. Namun, tidak ada mata di baliknya.
Kita mengira sedang melihat dunia. Tanpa sadar, kita menyamakan cara pandang kita dengan dunia itu sendiri. Karena itu, kami ingin membiarkan pusat ini terbuka, tanpa diisi oleh satu sudut pandang saja.
Garis-garis di sekelilingnya adalah jalan menuju sudut pandang lain. Jika orang lain berdiri di pusatnya, seperti apa dunia yang sama akan terlihat?
“Absent Observer” adalah nama yang membiarkan tempat sang pengamat tetap terbuka. Agar kamu bisa berdiri di sana, atau beranjak darinya.